Software Excel & Software Wiro Sableng Gelembungkan Suara Atut-Rano


Seorang warga mengambil surat hak suaranya pada pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Banten 2011 di tempat pemilihan suara (TPS) 3 kampung Marengo, Baduy luar, Banten, Sabtu (22/10). Di TPS Marengo penilaian suara di menagkan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. TEMPO/Aditia Noviansyah

Software Excel Digunakan untuk Gelembungkan Suara di Pilkada Banten

TEMPO Interaktif, Tangerang – Panitia Pengawas Pemilu Provinsi Banten terus menelusuri kejanggalan pada software Excel rujukan KPU Provinsi Banten. Kejanggalan ini berdampak pada terjadinya menggelembung perolehan suara pasangan Calon Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiah-Rano Karno.

“Kami sudah meyiapkan sejumlah langkah guna mengusut kejanggalan software Excel itu,” ujar anggota Panitia Pengawas Pemilu Banten, Multa Fidrus, Kamis, 27 Oktober 2011.

Selain telah memintai keterangan dari pihak pelapor, kata dia, rencananya Panwaslu akan mulai memintai keterangan dari pihak panitia yang menerima atau menggunakan software tersebut.

Menurut Multa, pihak Panwaslu Provinsi Banten telah mengundang saksi ahli multimedia guna memeriksa kejanggalan pada perangkat lunak (sofware) Excel rujukan KPU Provinsi Banten yang digunakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk memasukkan data jumlah perolehan suara dalam Pilgub Banten.

“Kami telah mengundang saksi ahli multimedia guna memeriksa kejanggalan pada software Excel tersebut. Dan, hasilnya saksi ahli menemukan adanya indikasi software tersebut memang sengaja dirancang untuk menambah suara salah satu pasangan calon,” ujar Multa.

Hal itu, kata Multa, jelas merupakan sebuah pelanggaran. Karena, dampak dari kesalahan perangkat lunak Excel itu telah menguntungkan salah satu pasangan calon.

“Ini jelas pelanggaran. Karena kesalahan software itu mengakibatkan perolehan suara pasangan nomor urut 1, Ratu Atut Chosiah-Rano Karno, menjadi bertambah sebanyak 212 per PPK,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Multa, barulah pihaknya akan menggelar rapat pleno atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

Ditanya tentang langkah sejumlah PPK yang terpaksa mengganti software Excel rujukan KPU Provinsi Banten dengan yang lain, menurut Multa, itu bukanlah sebuah pelanggaran.

Hingga siang ini, Panwaslu Provinsi Banten belum menerima laporan penggelembungan suara akibat software Excel tersebut, kecuali dari wilayah Kota Tangerang dan Serang, Banten.

Multa menilai, kesalahan pada proses penghitungan hasil perolehan suara Pemilihan Gubernur Banten yang terjadi di Kota Tangerang dan Serang, diduga akibat unsur kesengajaan.

Software Wiro Sableng Gelembungkan Suara Atut-Rano

TEMPO Interaktif, Tangerang – Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang menemukan kejanggalan dalam penghitungan suara pemilihan kepala daerah Provinsi Banten di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Temuan itu, menurut Ketua KPU Kota Tangerang Safril Elain, berupa penggelembungan suara secara sistematis akibat perangkat lunak (software) penghitungan suara.

“Jadi software bekas Pilkada Tangsel direkomendasikan KPU Provinsi Banten untuk digunakan dalam Pilkada Gubernur 2011,” kata Safril Rabu, 26 Oktober 2011.

Syafril mengatakan, ketika PPK menghitung suara dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan perangkat lunak di komputer tersebut, hasil jumlah suara untuk pasangan calon nomor 1, Ratu Atut-Rano Karno tiba-tiba saja bertambah angka Wiro Sableng, yakni 212 suara. Sementara pasangan calon nomor urut lainnya tetap.

“Tiap jumlahnya ditambah, pasti hasilnya ada penambahan 212 suara. Misalnya jumlah suara pasangan nomor urut 1 adalah 100 dari Kelurahan A dan 100 di Kelurahan B, ketika dijumlah tiba-tiba hasilnya menjadi 312, bukan 200,” kata Safril.

Ia menduga, hal tersebut disebabkan oleh program aplikasi yang digunakan untuk penghitungan suara. Program aplikasi tersebut merupakan program yang digunakan untuk Pilkada Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Program itu direkomendasikan KPUD Provinsi Banten untuk Pilkada Gubernur Banten 2011.

Menurutnya, jika program ini digunakan, maka akan terjadi penambahan angka di luar perolehan suara untuk pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno.

“Kalau di Kota Tangerang ada 13 PPK, berarti jika tiap PPK bertambah 212 maka jumlah suara pasangan nomor urut 1 akan bertambah sebanyak 2.756,” kata Safril.

Atas temuan itu Syafril pun menyarankan kepada seluruh PPK di Kota Tangerang untuk tidak menggunakan metode program aplikasi yang diharuskan dari KPU Priovinsi Banten.

“Kami akan menggunakan format lain dalam penghitungan dan pengerjaan, seperti menggunakan komputer lain dengan sistem yang berbeda,” kata Safril.

Namun, bagi PPK yang lain terlanjur sudah menggunakan dan masuk untuk dicek ulang dengan menghitung lagi dari form C1, kemudian bandingkan dengan hasil rapat pleno.

Pihaknya juga akan melaporkan temuan ini ke KPU Provinsi Banten, jika semua urusan penghitungan suara di PPK dan KPU Kota Tangerang telah selesai.

“Apabila ditemukan jumlah yang berbeda antara program yang didatangkan dari Tangsel, maka PPK harus mengundang 3 saksi dan panwascam untuk mengesahkan jumlah suara,” kata Safril.

Temuan shofwere dimaksud Safril ternyata sehari sebelumnya sudah dilaporkan oleh tim Wahidin Halim- Irna Narulita ke Panwas Provinsi Banten dan cyber crime Polda Metro Jaya.

“Sudah kami laporkan karena berakibat buruk bagi perolihan suara nomor dua dan sistem itu tidak bisa disetop, sebab faktanya setiap PPK suara nomor urut satu menggelembung bertambah 212.” kata Indra Abidin, salah satu tim pemenangan Wahidin-Irna.

Sumber: Tempo Interaktif

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: