10 Mobil Irit BBM Mahasiswa Ditahan Bea Cukai, harus bayar puluhan juta

Bukannya dipermudah, malah dipersulit. Begitu ungkapan yang pas untuk kasus yang menimpa para mahasiswa yang mengikuti lomba kendaraan irit Bahan Bakar Minyak (BBM) di Malaysia beberapa waktu lalu. Mobil-mobil mereka masih ditahan di pelabuhan Tanjung Priok.

Ironisnya, para mahasiswa ini sudah mengharumkan nama bangsa dengan merajai salah satu kategori yakni kelas urban di lomba irit BBM Shell Eco-maraton itu.

Sebanyak 10 mobil ini sudah berada di Indonesia sejak bulan Agustus lalu. Namun sampai sekarang mobil itu belum kembali ke tangan mereka.

“10 tim itu kan sudah berprestasi, kenapa tidak dipermudah. Padahal semua surat-surat sudah lengkap. Kita juga bingung mau ngapain,” ujar Willem Lawrence, mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2007 ketika dihubungi detikOto, Selasa (11/10/2011).

Bukan hanya mobil milik mahasiswa ITB saja yang masih ditahan pihak Bea dan Cukai, melainkan Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Setelah mengikuti lomba irit BBM pada bulan Juli 2011 lalu, mobil ini sebenarnya sudah dikirimkan dari Malaysia pada bulan Agustus.

Selama 2 bulan lebih, mobil irit BBM mahasiswa Indonesia yang mengikuti lomba irit BBM di Malaysia harus tertahan di pelabuhan Bea dan Cukai. Kabarnya untuk mengeluarkan mobil ini, mahasiswa harus mengeluarkan kocek sampai berpuluh-puluh juta rupiah.

Hal ini berarti mobil ini disamakan dengan mobil komersial yang ditujukan untuk dijual dengan bea impor yang tinggi, padahal mobil irit BBM ini murni untuk kepentingan lomba yang tentunya membuat nama bangsa ini harum.

“Ini memang indikasinya begitu, kita enggak punya duit, makanya ditahan,” ujar mahasiswa Teknik Mesin ITB Willem Lawrence, kepada detikOto, Selasa (11/10/2011).

Menurut Willem, 10 mobil itu dikirim dari Kuala Lumpur pada bulan Agustus 2011 oleh satu perusahaan pengirim. “Perusahaan pengirim itu bertanggung jawab mengirimkan semua mobil yang mengikuti lomba kembali ke negara masing-masing,” ujarnya.

Dari semua negara yang mengikuti lomba itu, hanya tim dari Indonesia yang belum memperoleh kembali kendaraannya.

“Kejadian ini mengulang tahun lalu, dulu mobil-mobil kami juga sempat ditahan. Tahun lalu memang perusahaan pengirim tidak memiliki sertifikasi (untuk melakukan ekspor impor), namun tahun ini perusahaan yang dipilih untuk mengirim mobil sudah memiliki sertifikasi,” ujarnya.

“Kenapa sudah sampai di Bea dan Cukai, kok tidak bisa keluar,” timpalnya lagi.

Media Relation PT Shell Indonesia Sri Wahyu Endah yang mendampingi tim mahasiswa mengikuti lomba di Malaysia mengaku prihatin dengan kejadian ini.

“Tentunya kami memprihatinkan hal ini terjadi kembali. Kita mengurus ke pengirim, semua surat sudah dipenuhi sebelum keberangkatan. Saya pikir tidak ada masalah, ternyata tiba-tiba tidak bisa keluar dari gudang, sementara negara lain sudah menerimanya,” ujarnya.

Padahal, lanjut Endah, mahasiswa ini harus kembali belajar dan memodifikasi lagi mobil irit mereka agar bisa mengikuti lagi lomba irit BBM berikutnya tahun depan.

“Dengan kembalinya lebih cepat mereka bisa memodifikasi dan memperbaiki kekurangan. Ini kan perlu waktu mereka juga kuliah, harusnya lebih cepta dikembalikan, biar mereka bisa fokus,” tuturnya.

Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono ketika dihubungi detikOto lewat telepon selulernya belum bisa dimintai pendapatnya soal hal ini.

Coba anda cek, apakah ketika mengirim mobil dan perlengkapannya, mereka menggunakan PEB yang diberitahukan untuk diimpor kembali.

Sebenarnya peraturan untuk hal seperti ini sudah ada dibuat peraturannya, hanya saja banyak orang yang tidak mau tahu, dan anggap semua urusan gampangnya saja… Mereka tidak mengindahkan adanya aturan yang mengatur bahwa barang ekspor yang akan diimpor kembali harus menggunakan PEB khusus, dan atas barang ekspor tersebut dilakukan pemeriksaan fisik yang akan dapat mengidentifikasi ketika diimpor kembali, akibatnya ya jadi begini…

padahal udah ada UU nya untuk pembebasan bea masuk untuk barang-barang pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian…

sumber : http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullTe…1995UUHAL2.HTM

Pembebasan Cukai

Pasal 9

(1) Pembebasan cukai dapat diberikan atas Barang Kena Cukai:
a. yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang hasil akhir yang bukan merupakan Barang Kena Cukai;
b. untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan;
c. untuk keperluan perwakilan negara asing beserta para pejabat yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik;
d. untuk keperluan tenaga ahli bangsa asing yang bertugas pada badan atau organisasi international di Indonesia;
e. yang dibawah oleh penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas atau kiriman dari luar negeri dalam jumlah yang ditentukan;
f. yang dipergunakan untuk tujuan sosial;
g. yang dimaksud ke dalam Tempat Penimbunan Berikut.

(2) Pembebasan cukai dapat juga diberikan atas Barang Kena Cukai tertentu yaitu :
a. etil alkohol yang dirusak sehingga tidak baik untuk diminum;
b. minuman yang mengandung etil alkohol dan hasil tembakau, yang dikonsumsi oleh penumpang dan awak sarana pengangkut yang berangkat langsung ke luar daerah Daerah Pabean.

(3) Pengusaha Pabrik, Pengusaha Tempat Penyimpanan, Importir atau setiap orang yang melanggar ketentuan tentang pembebasan cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau ayat (2), dikenai sanksi administrasi berupa denda paling banyak sepuluh kali nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali nilai cukai dan paling sedikit dua kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

(4) Ketentuan tentang pembebasan cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut oleh Menteri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: