Teror Jogya, Kelanjutan Bom Solo

Pembakaran ATM BRI di Jalan Gejayan Yogyakarta bagian dari kelanjutan dari Bom Solo.

“Pembakaran ATM di Jogya merupakan kelanjutan dari Bom Solo,” kata pengamat intelijen AC Manullang kepada itoday, Jumat (7/10).

Menurut AC Manullang, kejadian di Jogyakarta merupakan skenario menjadikan kota budaya menjadi tidak aman. “Ini operasi intelijen yang berupaya menjadikan kota budaya tidak aman,” ungkapnya.

Kata Manullang, para pelaku Bom Solo dan teror di Jogya sangat berbeda, tetapi dikendalikan dalam operasi intelijen. ”Yang namanya operasi intelijen biasanya memanfaatkan kelompok-kelompok yang tidak suka dengan penguasa,” ungkapnya.

Manullang menduga teror di Jogyakarta dilakukan sekelompok anak muda berideologi ultransionalis yang menganggap negara lebih berpihak terhadap barat. ”Kalau saya lihat pesan-pesan yang ditemukan di lokasi pembakaran ATM menunjukkan kelompok ultranasionalis,” jelas Manullang.

Kata Manullang, pemanfaatan kelompok-kelompok tersebut dalam operasi intelijen dengan tujuan menunjukkan masyarakat akan keberadaan mereka. ”Tujuannya hanya memberi tahu kepada masyarakat akan keberadaan kelompok-kelompok tersebut,” paparnya.

Selain itu, kelompok-kelompok tersebut bisa juga dimanfaatkan dalam upaya pengalihan isu, meraih tujuan seperti legitimasi keberadaan UU Intelijen. ”Negara sengaja memelihara kelompok-kelompok ini,” pungkas Manullang.

SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: