Monopoli Perusahaan Kereta Api Indonesia ( KAI) Berakhir

BANDUNG: Pemerintah berencana menjual rute kereta api gemuk kepada pihak swasta untuk menciptakan persaingan layanan dengan operator tunggal PT Kereta Api Indonesia.

Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan RI Tundjung Inderawan mengatakan keterlibatan pihak swasta dalam mengelola jalur kereta api diharapkan dapat menciptakan persaingan untuk memberikan layanan prima bagi konsumen.

“Kami dari pemerintah menawarkan kepada investor kalau ada yang tertarik menjadi operator kereta api di semua jalur yang ada,” katanya hari ini.

Sejauh ini, lanjut dia, beberapa pihak memang sudah menyatakan minatnya untuk ikut mengelola sarana kereta api di Indonesia, namun belum ada pengajuan resmi yang diterima pemerintah.

Dia menjelaskan dengan adanya pesaing PT KAI sebagai operator nantinya akan berdampak pada persaingan dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Setelah itu, katanya, masyarakat berperan menentukan operator mana yang lebih baik, sehingga operator terpacu untuk meningkatkan pelayanan yang semakin kompetitif.

Tundjung mencontohkan, ketika regulasi diperbolehkannya pihak asing menjual BBM di Indonesia, pengelola SPBU lokal termotivasi untuk meningkatkan pelayanan, padahal sebelum itu kondisi pelayanan SPBU cukup mengkhawatirkan.

“Kami dari pemerintah berharap dengan adanya pihak swasta yang mengoperasikan kereta api, juga akan menimbulkan persaingan pelayanan secara sehat,” jelas dia.

Dari seluruh rute kereta api di Jawa dan Sumatra, Tundjung menilai rute Kutoarjo-Solo yang selama ini dilayani oleh kereta Prambanan Expres (Pramex), menjadi jalur gemuk yang bisa ditawarkan kepada investor.

“Tapi jalur mana yang nantinya akan dikelola, kami serahkan sepenuhnya kepada investor. Kalau berminat silahkan ajukan, dan kami akan membuatkan pilot projectnya dan dipantau oleh task force ,” tukas dia.

Kebijakan tersebut membuat slot perjalanan kereta api yang selama ini didominasi oleh PT KAI, terpaksa dipangkas.

Mekanisme operasional antara PT KAI dengan investor akan diatur pemerintah melalui grafik perjalanan kereta api (Gapeka) sehingga tidak ada satu pihak yang dirugikan.

Pengaturan operasional tersebut sekaligus meminimalisir terjadinya monopoli rute oleh satu operator saja.

“Pada jam sibuk akan kami atur seadil mungkin sehingga tidak ada yang dirugikan. Misalnya, Pramex beroperasi 4 kali pada jam 07.00-08.00 WIB, nanti akan kami bagi dua oleh PT KAI dan dua operator lainnya, setelah itu mungkin selang satu jam masing-masing operator bisa mengoperasikan keretanya,” terang dia.

Selama ini, PT KAI memang memonopoli arus lalu lintas kereta api di Jawa dan Sumatra, namun PT KAI memiliki anak perusahaan yang mengelola KRL Jabodetabek, serta akan mengoperasikan kereta bandara hasil joint venture dengan PT Angkasa Pura II.(sut)

http://www.bisnis.com/articles/rute-…rkan-ke-swasta

kudu banyak operator swasta kalo ingin perkeretapian maju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: