Ciri-ciri Demo Bayaran

Berikut Ciri-Ciri Demo Bayaran

JAKARTA- Kepalsuan tetap saja kepalsuan dan akhirnya akan terungkap. Mana demo palsu dan mana demo yang benar-benar menyampaikan aspirasi rakyat bisa dibedakan dengan jelas.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI) Ibnu Hamad Ibnu mengungkapkan perbedaan mencolok antara demo bayaran dan demo murni bisa dilihat dari komunitas pendemo yang terlibat dalam aksi.

“Kalau massa-nya homogen itu biasanya demo bayaran, tapi kalau heterogen biasanya murni. Pelaksanaan demo bayaran juga lebih terlihat elegan dan tertata karena betul-betul didesain dengan matang dan baik,” katanya.

Sedangkan untuk demo murni, lanjut Ibnu, disamping massa-nya cenderung bersifat heterogen, hal lain yang bisa dicermati adalah dari segi perangkat demo seperti spanduk dan sebagainya.

Menurutnya, demo bayaran yang terorganisir itu memerlukan dana operasional sampai pada aksi di TKD (tempat kejadian demo). Mereka kalau kita lihat spanduknya bagus-bagus meski performance-nya terkadang tidak semua kompak.

Ini tentu saja berbeda dengan demo murni yang peralatan demo seperti spanduk ala kadarnya. “Bagi mereka yang penting adalah perjuangan idealisme yaang dianut. Karena demo itu bagaimana memenangkan wacana dalam pertarungan opini publik,” jelasnya.

Seorang makelar demo, Ronald mengungkapkan demo murni dan demo bayaran bisa dengan mudah diidentifikasi dari bentuknya. “Mudah saja kita bisa melihat dari massa-nya, berapa jumlahnya, siapa saja yang datang di situ, lihat gerak gerik si pendemo, antusiaskah? Aktif dan pahamkah dengan isinya? Kalau tidak jelas itu demo bayaran,” ujarnya.

Jumlah pendemo yang dimaksud ialah apabila demo itu dalam skala kecil yakni berkisar 50-100 orang, bisa ditebak demo itu pesanan atau bayaran. “Jumlah (orang) itu relatif ada juga yang banyak orangnya tapi bayaran semua. Yang penting itu tadi karakter dan sifat massa-nya,” kata Ronald.

Lebih lanjut dia menambahkan, ciri khas pendemo bayaran dapat terlihat saat melakukan aksinya. Indikatornya terlihat pada fokus perhatian dan kualitas orasi dari para demonstran. “Kalau terlihat tidak ekspresif dan seperti ogah-ogahan pasti kecenderungannya mereka hanya ikut-ikutan karena tidak paham substansi demo itu,” tukasnya.

Ronald yang sudah dua tahun bergelut didunia makelar demo ini menuturkan, terdapat beberapa perangkat demo yang harus diperhatikan sebelum menggelar aksi demo.

“Rumuskan (materi) apa yang menjadi tuntutan kami, siapa dan tempat yang akan kami datangi untuk berorasi, serta perangkat vital yakni kelompok massa berikut atribut demo seperti spanduk, speaker, dan lainnya,” jelas pria berusia 37 tahun itu.

Lain lagi menurut Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu. Dia lebih menyoroti cara membedakannya dari materi demo. “Perbedaannya sangat jelas. Kemurnian gerakan demonstrasi yang lahir karena idealisme memiliki militansi, keyakinan dan semangat juang untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk rakyat,” kata Masinton.
(ful)

sumber : http://news.okezone.com/read/2010/11…i-demo-bayaran

KESIMPULAN CIRI-CIRI DEMO menurut Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI) Ibnu Hamad Ibnu:

  1. massa-nya homogen
  2. properti lengkap dan bagus tidak ala kadarnya
  3. demo itu dalam skala kecil yakni berkisar 50-100 orang
  4. fokus perhatian dan kualitas orasi dari para demonstran. Kalau terlihat tidak ekspresif dan seperti ogah-ogahan pasti kecenderungannya mereka hanya ikut-ikutan karena tidak paham substansi demo itu.

contoh demo bayaran




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: