Bentuk ‘Balas Dendam’ DPR ke KPK?

Komisi III DPR belum Agendakan Seleksi Pimpinan KPK
Rabu, 05 Oktober 2011 00:21 WIB

JAKARTA–MICOM: Setelah merampungkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon hakim agung pada Kamis (29/9) pekan lalu, Komisi III DPR hingga kini masih belum mengagendakan seleksi calon pimpinan KPK.

Padahal, pada awal masa sidang lalu, Komisi III DPR berkomitmen untuk menyegerakan proses seleksi untuk pimpinan KPK setelah hakim agung. “Sekarang rapat pleno tentang anggaran. Minggu depan (rapat tentang pimpinan KPK). Yang jelas akan diselesaikan pada masa sidang ini,” kata Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin, Selasa (4/10).

Pada rapat yang seharusnya membahas APBN 2012 untuk semua mitra Komisi III tersebut terpaksa diskors selama enam jam karena hanya dihadiri oleh 8 anggota yang berasal dari 3 fraksi.

Ditemui terpisah, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Hanif Dakhiri juga menyatakan Komisi III belum mengagendakan pembahasan calon pimpinan KPK. “Tadinya mau dibahas segera setelah hakim agung, tapi ini belum ada agendanya. Kita belum rapat internal untuk ini,” tuturnya.

Ia berharap, pimpinan Komisi III segera mengagendakan, supaya proses seleksi oleh Komisi III tidak terburu-buru. “Supaya prosesnya berkualitas. Kita semua berkepentingan supaya lebih cepat. Kalau lama ini masalah juga bagi KPK,” ujarnya.

Sementara anggota Komisi III lainnya, Nudirman Munir, dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, pihaknya tidak punya cukup waktu karena masa sidang saat ini akan berakhir pada 25 Oktober. Waktu yang tersisa, kata dia, hanya bisa dimaksimalkan untuk menyelesaikan polemik memilih 8 atau 10 pimpinan KPK yang saat ini masih diperdebatkan. Komisi hukum ini berencana memanggil Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar selaku Ketua Pansel. “Kalau sekarang nggak keburu. Untuk sisa waktu digunakan untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. Mudah-mudahan sebelum masuk masa reses sudah terang benderang masalahnya. Sehingga masa sidang berikutnya bisa langsung fit and proper test,” jelasnya.

Meski demikian, ia yakin Komisi III masih punya cukup waktu untuk memilih para pemimpin KPK yang baru sebelum masa jabatan pimpinan KPK saat ini berakhir pada 18 Desember 2011.

Masa sidang berikutnya, kata Nudirman, akan dimulai pada pertengahan November. “Kalau semua punya kemauan pasti bisa diselesaikan,” tukasnya.
http://www.mediaindonesia.com/read/2…i_Pimpinan_KPK

Ketua Komisi III DPR: KPK Kerdilkan Kepolisian dan Kejaksaan
Selasa, 04 Oktober 2011 15:12 WIB

JAKARTA–MICOM: Ketua Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman menandaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini telah mengerdilkan Kepolisian dan Kejaksaan. Tindakan ini telah membuatnya melenceng keluar dari rel undang-undang (UU).

Indikasi nyatanya adalah pengabaian fungsi koordinasi dan kepemimpinannya dengan lembaga penegak hukum itu dalam perang terhadap korupsi. “KPK mengesankan mengecilkan Kepolisian dan Kejaksaan, mengabaikan, mengeliminasi, melecehkan Kepolisian dan Kejaksaan. Itu yang enggak boleh,” cetusnya, saat ditemui sebelum Rapat Paripurna DPR, di Jakarta, Selasa (4/9).

Padahal, ia menukas, KPK tidak mungkin mampu melaksanakan tugas pemberantasan korupsi sendirian. Tugas konstitusi ini, kata Benny, seharusnya dilakukan KPK melalui koordinasi dan penguatannya terhadap lembaga Kejaksaan dan Kepolisian. Sayangnya, kenyataan di lapangan jauh panggang dari api. “Terjadi sebaliknya, dia (KPK) memperkuat dirinya dan memperlemah kepolisian kejaksaan. That’s true!” jelasnya.

Benny memang mengakui jika Korps Adhyaksa dan Korps Bhayangkara ini memang memiliki kelemahan dalam pemberantasan korupsi di internalnya. Kendati demikian, tukasnya, KPK justru memanfaatkan kelemahan itu untuk semakin melemahkan kedua lembaga itu. “Ada agenda KPK untuk terus-menerus mengerdilkan Kepolisian Kejaksaan dan untuk memperbesar dan menghebatkan diri sendiri,” tuturnya. Saat ditanya indikasinya, Benny berkelit. “Saya enggak jawab hal yang sudah jelas,” kilahnya.
http://www.mediaindonesia.com/read/2…-dan-Kejaksaan

Wacana Pembubaran KPK, DPP PKS Dukung Penuh Fahri Hamzah
Selasa, 04 Oktober 2011 19:50 WIB

JAKARTA–MICOM: DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpandangan kritik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi diperlukan agar lembaga antikorupsi itu berjalan sesuai rel. “Diperlukan jutaan orang untuk mendukung KPK, tetapi dibutuhkan minimal satu orang untuk mengkritisinya. Karena KPK sebagai lembaga ad hoc memiliki kewenangan luar biasa besar, melampaui kewenangan lembaga penegakan hukum permanen,” ujar Mahfudz Siddiq, Wasekjen DPP PKS di Jakarta, Selasa (4/10).

Mahfudz mengungkapkan itu, sejalan dengan wacana yang dilontarkan Fahri Hamzah, politisi PKS yang duduk di Komisi III DPR RI, tentang pembubaran KPK. Kendati menuai kecaman, DPP PKS mendukung apa yang disuarakan Fahri Hamzah. Ia mengakui, ditengah maraknya kasus korupsi dan arus ekspektasi publik yang tinggi terhadap KPK, mengkritisi lembaga superbodi tersebut saat ini menjadi tidak populer. Namun hal itu tetap dibutuhkan agar proses check and balance sebagai prinsip demokrasi tetap terjaga.

Jika ingin KPK tetap ada dan efektif fungsinya, harus disediakan ruang kontrol bagi sikap kritis. “Sekarang ini muncul polarisasi sikap di berbagai elemen bangsa yang seolah mengarah pada pro dan anti KPK. Sehingga siapapun yang kritis dinilai sebagai anti KPK. Ini tidak boleh terjadi,” tuturnya.
http://www.mediaindonesia.com/read/2…h_Fahri_Hamzah

—————

Makanya, kalau milih-milih Pimpinan KPK, jangan yang ganas bak anak macan. Pengalaman memilih Ketua KPK seperti Antasari Azhar, pasti membikin DPR dan Birokrat kapok, bikin mereka ketakutan. Apalagi nanti kalau DPR akhirnya memutuskan yang menjadi Ketua KPK akan datang adalah Bambang Widjojanto, sama saja mereka menggali kuburannya sendiri …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: