SUAP KEMENAKERTRANS

Agus Martowardojo Janji Tidak Akan Lindungi Anak Buah yang Nakal
Selasa, 04 Oktober 2011 , 16:03:00 WIB

RMOL. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus suap di kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Agus juga mendukung KPK menangkap oknum di Kementerian Keuangan jika memang terbukti terlibat dalam kasus suap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah transmigrasi ini. “Menurut saya memang harus ada satu langkah penegakan hukum (untuk membongkar kasus ini). Dan saya dalam kesempatan ini ingin memberikan dukungan bahwa penegakan hukum dijalankan dengan baik,” kata Menteri Agus selepas diperiksa penyidik KPK di gedung KPK, Jalan HR Rasuna said, Kuningan, Jakarta (Selasa, 4/10). “Jika memang ada informasi soal oknum di Kemenkeu yang nakal, maka kami juga akan tindak,” sambung Agus.

Namun bila belum ada bukti soal kenakalan yang dilakukan anak buahnya, Agus meminta untuk tidak terus berpolemik. “Jangan buruk sangka. Lebih baik kita sama-sama mendukung KPK untuk bisa membuat masalah hukum ini menjadi jelas dan supaya tidak terulang lagi,” ujar Agus.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Marwanto Harjowiryono disebut terlibat dalam konspirasi jahat kasus suap Kemenakertrans. Dalam pengakuannya, kuasa hukum Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Waode Nur Zaenab menuduh Kemenkeu, terutama Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Marwanto Harjowiryono sebagai pihak yang paling pantas dimintai pertanggungjawabannya dalam praktek korupsi proyek ini.
http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=41375

Menteri Agus Martowardojo Ngaku Memang Ada Pejabat Nakal yang Bermain
Selasa, 04 Oktober 2011 , 15:01:00 WIB

RMOL. Setelah lima jam, Menteri Keuangan Agus Martowardojo selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menteri Agus yang mengenakan jas hitam membeberkan banyak hal selepas pemeriksaan.

Kata Menteri pengganti Sri Mulyani itu, kehadirannya hari ini di KPK adalah sebagai saksi untuk memberikan keterangan kepada tersangka Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Evaluasi dan Perencanaan Dadong Irbarelawan. “Ada sekitar lima atau enam pertanyaan,” kata Menteri Agus di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Kamis, 4/10).

Selain itu, Menteri Agus juga menjelaskan bahwa kasus korupsi Kemenakertrans ini adalah buah dari penyalahgunaan wewenang yang dilakukan pejabat negara atau pegawai negeri sipil (PNS) dan pengusaha. “Ini dilakukan dengan menghalalkan segala cara,” katanya lagi.

Dalam kasus korupsi percepatan pembangunan infrastruktur di daerah transmigrasi (PPID) ini memang melibatkan beberapa penyelenggara negara dan pengusaha. Sebut saja Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya, Kepala Bagian Evaluasi dan Perencanaan Dadong Irbarelawan dan Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati.

Selain itu nama-nama seperti pimpinan Banggar DPR, yakni Tamsil Linrung, Olly Dondokombey, Mirwan Amir dan Melchias Mekeng juga terseret kasus ini. Dari Kemenkeu, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Marwanto Harjowiryono juga disebut terlibat dalam konspirasi
http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=41369

KPK: Tersangka Bisa Bertambah
Selasa, 04 Oktober 2011 , 15:20:00 WIB

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sinyal bahwa penuntasan kasus suap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah transmigrasi pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak akan selesai pada tiga orang tersangka.

Tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK adalah I Nyoman Suisanaya (Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi/P2KT), Dadong Irbarelawan (Kabag Perencanaan dan Evaluasi di Kemenakertrans) dan Dharnawati (swasta/pengusaha).

Jurubicara KPK, Johan Budi, ketika jumpa wartawan di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (4/10), membuka peluang masuk nama tersangka baru. “Saya kira bisa saja bertambah tersangkanya,” kata Johan.

Namun demikian Johan tak mau menjelaskan secara spesifik siapa saja yang berpotensi menjadi tersangka. Padahal sebelumnya KPK sudah melakukan pemeriksaan intensif kepada beberapa pihak. Misalnya kepada empat pimpinan Banggar DPR, Tamsil Linrung, Olly Dondokombey, Mirwan Amir dan Melchias Mekeng.

KPK juga secara konstan memeriksa empat orang yang diduga menjadi broker proyek ini seperti Ali Mudhori, Fauzi, Iskandar Prasojo alias Acoz dan Sindu Malik. Dari Kementerian Keuangan, keterlibatan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Marwanto Harjowiryono, juga disebut dalam desas-desus.
http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=41371

————–

Selain Dirjen Pajak dan Bea Cukai, sarang korupsi di Kemnkeu itu pastilkah Dirjen Anggaran yang banyak berurusan dengan orang-orang di Banggar DPR dalam menggoalkan sebuah mata anggaran atau proyek. Oleh sebab itu, pasca pak menterinya diperiksa KPK, pekerja dan pejabat di Dirjen yang terlibat langsung menangani APBN di Banggar DPR itu akan dipanggil KPK jua, seperti kata KPK sendiri bahwa jumlah tersangka kasus korupsi di Banggar itu bisa saja bertambah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: