Lion Air Pecat Pilotnya yang Nyabu




Maskapai penerbangan swasta, Lion Air mengaku telah memecat pilot Moh Nasri dan co-pilot Husni Thamrin yang tertangkap pihak berwajib karena mengkonsumsi narkoba jenis shabu-shabu dan pil ekstasi. Kasusnya saat ini masih disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang. “Para tersangka sudah tidak lagi bekerja sebagai Pilot Lion Air saat ini. Mereka sudah kami berhentikan sebelum kasus tersebut terungkap ke publik,”ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait saat dikonfirmasi melalui telepon. Mengenai benar tidaknya mereka mengkonsumsi barang terlarang itu, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada proses hukum yang berlaku. Pihaknya menegaskan bahwa itu merupakan tindakan oknum saja, dan bukan berarti seluruh pilot dan copilot Lion Air melakukan hal yang sama.Edward menegaskan hal itu karena ada pemberitaan mengenai kasus tertangkapnya pilot beberapa waktu lalu yang menyebutkan maskapai Lion Air tersangkut kasus penggunaan narkoba. “Itu perbuatan yang dilakukan oknum,” tandasnya. Mengenai pemecatan oknum tersebut meskipun proses peradilan belum menyebutkan keduanya menjadi terpidana kasus penggunaan narkotika, Edward berdalih hal itu dilakukan karena alas an khusus. “Alasan pemberhentian tersebut karena sudah menunjukan gejala-gejala ke arah pelaksanaan tugas yang tidak aman dan tidak layak sebagaimana seorang Pilot,” tukasnya.

Menurut pantauan manajemen, pilot tersebut menunjukkan kondisi yang tidak baik. Hal itu sangat menjadi concern maskapai karena pekerjaan yang digelutinya menyangkut nyawa para penumpang. Oleh karena itu manajemen memutuskan untuk memberhentikan demi alas an keamanan dan keselamatan penerbangan. “Tersangka juga sering mangkir dari tugasnya sebagai seorang Pilot,” tambahnya. Terkait dugaan bahwa yang bersangkutan telah mengkonsusmi shabu-shabu saat sedang terbang, Edward menilai hal itu tidak mungkin terjadi, dan mustahil bisa dilakukan di udara. “Pada prinsipnya tidak mungkin terjadi karena adanya crew lain di kokpit. Pada saat terbang pun peralatan-peralatan yang dibutuhkan tentu tidak mungkin lolos dari pemeriksaan x-ray di bandara,” lanjutnya.

Selasa (27/9) lalu, seorang pilot maskapai Lion Air, Moh Nasri didakwa sebagai pemakai Narkoba jenis shabu dan pil ekstasi di Pengadilan Negeri Tangerang. Menurut Jaksa penuntut umum Sukanto, SH, terdakwa ditangkap petugas saat pesta shabu-shabu bersama dua rekannya. “Yaitu Husni Thamrin, seorang co pilot dan Imron di apartemen Modern Golf Kota Tangerang di lantai 6 kamar no 7,” sebutnya.

Saat petugas menggrebek menemukan pil ektasi di saku bajunya serta shabu-shabu disimpan di dasinya. Menurut terdakwa, ia mengakui pil ekstasi miliknya namun ia tidak mengetahui ada shabu-shabu yang terselip di dasi pilotnya. “Menurut terdakwa ia ditelpon oleh Husni Thamrin (co pilot) agar mengambil pil ekstasi kepada terdakwa Lidyawati (disidangkan terpisah) di Alfamart Ngelasari, di belakang bandara,” katanya. Dalam sidang itu, saksi ahli psikiater, Carlania Lusi yang didengar keterangannya disidang mengungkapkan bahwa pilot Moh Nasri adalah pecandu shabu dan pil ekstasi. Menurutnya, pria itu biasa nyabu dua kali sehari dan bahkan terkadang dilakukan di udara. “Terdakwa juga mengaku sejak SMA sudah menjadi pecandu narkoba,” ungkapnya.

Mengenai hal itu, Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan menilai maskapai Lion Air telah kecolongan. Pasalnya dalam tes kesehatan pilot yang rutin dilakukan oleh pemerintah memang tidak mencakup pemeriksaaan narkotika. “Kalau jadi pilot pemeriksaan kesehatannya tidak sampai pemeriksaan urine (untuk tes narkotika-red). Kecuali ada permintaan khusus dari maskapai,” tuturnya.

Penggunaan narkotika oleh pilot dan co-pilot bisa dikategorikan tindakan membahayakan keselamatan penumpang pesawat. Tindakan kriminal ini melanggar UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan khususnya Pasal 53. Pasal 53 ayat 1 berbunyi: “Setiap orang dilarang menerbangkan pesawat atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan pesawat udara. Oleh karena itu, daalm Undang_undang tersebut juga mengatur sangsi tegas bagi para pilot yang terbuki menggunakan narkotika. Bunyinya, setiap orang yang melanggar dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan sertifikat, dan atau pencabutan sertifikat. “Pemakaian narkoba itu menyangkut masalah keselamatan penerbanga. Ada sangsi tegasnya karena itu praktik kriminal,” jelasnya.
http://www.jpnn.com/read/2011/10/01/…t-Pilot-Nyabu-

Pilot Nyabu Disidang
Rabu, 28 September 2011 | 9:21

[TANGERANG] Pilot yang satu ini tak pantas ditiru. Ulahnya, bisa membahayakan para penumpang pesawat yang dikemudinya. Wajarlah kalau kemudian dia ditangkap dan diadili. Kelakuan Moh Nasri, pilot sebuah maskapai di Indonesia ini disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (27/9). Dia didakwa jaksa penuntut umum Sukanto SH sangat membahayakan selain memang bertentangan dengan hukum di Indonesia yang melarang penggunaan barang narkotika sabu. Sidang dipimpin majelis hakim Asiadi Sembiring SH.

Terdakwa, menurut Jaksa Sukanto, SH, ditangkap polisi ketika pesta sabu bersama rekannya, Imron dan Husni Thamrin co pilot, di apartemen Modern Golf lantai 6, kamar No.7, Kota Tangerang. Saat digerebek, polisi menyita barang bukti pil ektasi di saku bajunya serta sabu disimpan di dasinya. Menurut terdakwa, ia mengakui pil ekstasi miliknya dan sempat dikantonginya saat terbang ke Surabaya. Sedangkan sabu itu diperoleh terdakwa ketika akan menerbangkan pesawat ke Surabaya. Dia ditelepon co pilot nya Husni Thamrin agar mengambil sabu kepada terdakwa Lidyawati yang disidangkan secara terpisah di Alfamart Neglasari di belakang Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Sementara itu saksi ahli psikiater, Carlania Lusi saat didengar keterangannya di sidang yang diketuai hakim Asiadi Sembiring,SH menjelaskan, pernah memeriksa terdakwa M.Nasri saat di kantor polisi. Menurutnya, terdakwa pecandu sabu dan pil ekstasi. “Dia mengaku sehari nyabu 2 kali, terkadang dilakukan di udara,”jelas saksi dari RS Ketergantungan obat di Cibubur ini. Terdakwa juga mengaku kepada saksi sejak SMA sudah menjadi pecandu Narkoba.
http://www.suarapembaruan.com/home/p…disidang/11742

Lion Air Bantah Pilotnya Nyabu di Udara
Jumat, 30 September 2011 | 14:32

[JAKARTA] Maskapai penerbangan Lion Air membantah pilotnya yang memakai shabu-shabu selama penerbangan. Dalam siaran pers yang diterima SP, Jumat (30/9) Direktur Umum Edward Sirait mengatakan, berita terkait yang menyatakan bahwa yang bersangkutan “nyabu di udara” pada prinsipnya tidak mungkin terjadi. Sebab, saat penerbangan akan ada crew lain dan pada saat terbang pun peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan tersebut tidak mungkin lolos dari pemeriksaan X-Ray bandara.

Sementara, berkaitan dengan pemberitaan mengenai kasus tertangkapnya pilot Lion Air karena kasus penggunaan narkoba, Edward menjelaskan bahwa para tersangka yang dimaksud sudah tidak lagi bekerja sebagai pilot Lion Air dan mereka sudah diberhentikan sebelum kasus tersebut terungkap ke publik. “Alasan pemberhentian pilot tersebut karena sudah menunjukan gejala-gejala ke arah pelaksanaan tugas yang tidak aman dan tidak layak sebagaimana seorang pilot, tersangka juga sering mangkir dari tugasnya sebagai seorang pilot,” jelasnya.

Dalam pemberitaan baru-baru ini diinformasikan, seorang pilot Lion Air Moh Nasri didakwa sebagai pemakai narkoba jenis shabu dan pil ekstasi oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Selasa (27/9). Menurut Jaksa penuntut umum Sukanto, SH, terdakwa ditangkap petugas saat pesta shabu-shabu bersama rekannya bernama Imron dan Husni Thamrin co pilot, di apartemen Modern Golf Kota Tangerang di lantai 6 kamar no.7.

Saat petugas menggrebek menemukan pil ektasi di saku bajunya serta shabu-shabu disimpan di dasinya. Menurut terdakwa, ia mengakui pil ekstasi miliknya dan sempat dikantonginya saat terbang ke Surabaya. Untuk barang bukti shabu ia tidak tahu kenapa terselip di dasinya yang biasa dipakai untuk dinas pilot. Menurut terdakwa ketika akan ia menerbangkan pesawat ke Surabaya ditelpon oleh Husni Thamrin (co pilot) agar mengambil pil ekstasi kepada terdakwa Lidyawati (disidangkan terpisah) di Alfamart Ngelasari yang berlokasi di belakang Bandara Internasional Soekarno Hatta.
http://www.suarapembaruan.com/ekonom…di-udara/11885

————–

Naik pesawat komersiel dalam negeri memang betul-betul pengalaman ‘Fear Factor’ sungguhan ala Indonesia. Bijimana tidak bikin nyawa terasa tergadaikan, kalau pesawatnya banyak sudah tua dan bekas, bannya sering di vulkanisir, avturnya terkadang untuk ‘one way’ saja agar bagasi bisa ditambah, pilotnya dan awaknya serta crew daratnya kerja keras kayak kerja rodi, dan kini … oh my God … pilotnya nyabu? Jangan-jangan di masa lalu, ketika pesawatnya banyak jatuh dan kecelakaan, salah satu sebabnya akibat pilotnya sedang teler karena nelan extacy atau sabu-sabu? Lion Air bisa saja membantah bahwa pilotnya negak sabu-sabu atau extacy tidak saat terbang atau saat mengawaki pesawat. Tapi siapa menjamin, bahwa saat dia menerbangkan pesawat dengan ratusan penumpang di dalamnya, pengaruh obat-obatan narkotik itu tidak sedang mempengaruhi kondisi fisiknya? Sebaiknya KNKT setelah kasus ini, menambah satu lagi syarat untuk terjaminnya keselamatan penerbangan, yaitu pilot wajib di test urinnya sebelum terbang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: