Pencopotan Foto Resmi Presiden di DPR, akan Diikuti DPRD, Daerah & Sekolah2 ?



Akhirnya dicopot beneran, itu ada bekasnya di dinding

Aneh, tak ada Foto SBY-Boediono di Rapat Paripurna DPR
Selasa, 11 Oktober 2011 12:06 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada yang lain dalam rapat paripurna DPR di DPR/MPR, Jakarta, Selasa (11/10) hari ini. Tak tampak foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono di ruang rapat paripurna, Gedung Nusantara II, DPR/MPR RI, Jakarta. Adalah anggota Fraksi PDI Perjuangan, Honing Sanny, satu dari 349 dari 560 anggota DPR yang hadir. Ia mengajukan interupsi kepada pimpinan paripurna Priyo Budi Santoso. Ia mengaku mendapat pesan singkat yang mempertanyakan foto Presiden dan Wapres. “Ketua, saya dapat SMS, mengapa rapat paripurna ini tidak perlu gambar Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono, saya tanya kenapa tidak ada,” ujar Sanny di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa(11/10).

Priyo kemudian melihat ke atas dinding podium, tempatnya memimpin rapat. Yang tampak hanya burung Garuda. “Ada kok,oh di mana? Saya kaget atau mungkin sedang dibersihkan dan dicari yang lebih bagus dan gagah,” kilahnya. Kontan seluruh isi ruangan rapat paripurna menjadi gaduh, celetukan anggota DPR pun bermunculan. “Mungkin ini tanda-tanda ketua,” ujar Anggota DPR Fraksi Hanura, Syarifuddin Sudding.

Anggota DPR asal Fraksi Partai Golkar Ruhut Sitompul ikut bicara. Ruhut memuji sikap Priyo yang dianggapnya arif dan bijak menyikapi ketiadaan foto Presiden dan Wakil Presiden di rapat paripurna DPR. “Anda hari ini sangat arif sekali dan bijaksana, apakah Anda sudah dipanggil ke Cikeas,” tanya Ruhut. “Wallahualam, tapi saya masih ingin masih berada di sini menjalankan tugas bersama-sama kalian. Terima kasih Pak Ruhut yang sangat simpatik, sudah banyak kemajuan,” jawab Priyo disambut tepuk tangan dan gelak tawa anggota DPR lainnya
http://www.metrotvnews.com/read/news…-Paripurna-DPR

Ternyata, Foto SBY Sengaja Tak Dipasang di Ruang Paripurna DPR
Selasa, 11/10/2011 16:30 WIB

Jakarta – Foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono ternyata sudah lama tidak dipasang di ruang sidang paripurna DPR. Setjen DPR punya alasan tersendiri. “Oh itu sudah lama. Sejak periode ini, itu tidak dipasang dan memang tidak akan dipasang,” kata Humas Setjen DPR, Jaka Winarko, saat ditanya detikcom soal tidak adanya foto SBY dan Boediono di ruang sidang paripurna DPR, Selasa (11/10/2011).

Jaka mengatakan tidak dipasangnya foto SBY-Boediono dahulu atas permintaan salah satu anggota dewan. “Tetapi, saya tidak tahu siapa yang dulu usul. Sejak kapan tidak dipasang, saya juga lupa,” ujarnya. Namun, kata Jaka, lambang negara yaitu Burung Garuda Pancasila tetap dipasang di ruang paripurna.

Menurut dia, tidak dipasangnya foto SBY-Boediono lantaran negara Indonesia menganut pembagian kekuasaan. Ada eksekutif, legislatif dan yudikatif. “Foto Presiden tidak dipasang di ruang sidang paripurna saja. Karena sidang paripurna itu adalah kewenangan legislatif sama halnya dengan ruang-ruang sidang di pengadilan,” kata Jaka. “Di ruang sidang pengadilan juga tidak ada foto Presiden karena itu sudah kewenangan dari yudikatif atau pengadilan. Begitu juga dengan sidang paripurna, itu adalah kewenangan legislatif,” lanjut dia.

Wk. Ketua DPR-RI, Priyo Budi Santoso Meminta Maaf …
Foto SBY-Boediono ‘Hilang’ di Ruang Paripurna Bukan Kesengajaan

Jakarta – Rapat paripurna kali ini diwarnai ‘hilangnya’ foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono di ruang rapat. Raibnya kedua foto itu dipastikan tanpa unsur kesengajaan. “Ini bukan kesengajaan. Saya pastikan tidak sengaja fotonya,” kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso usai Rapat Paripurna, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2011).

Priyo menduga kedua foto itu sedang dibersihkan atau sedang ingin diganti dengan foto yang lebih baru dan lebih bagus dari sebelumnya. “Nanti Saya cek. Mungkin sedang dibersihkan atau dicarikan foto lain yang paling ganteng yang beliau tersenyum simpul,” kata politisi Golkar ini.

Dalam kesempatan itu, politisi berkacamata ini juga menceritakan jika foto SBY-Boediono juga terpasang di dinding ruang kerjanya. Sedangkan foto Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dipajang di atas meja kerjanya berdampingan dengan foto anak-anaknya. “Foto Pak SBY dan Boediono ada di ruang kerja saya. Fotonya yang paling gagah dan ganteng. Foto Pak Ical juga ada bersama foto anak-anak saya,” ceritanya sambil tertawa.
http://www.detiknews..com/read/2011/1…an?nd992203605

————–

Anehnya, Ketua DPR-RI, Marzuki Ali, yang jelas-jelas orang DEMOKRAT, parpol pemenang pemilu dan menjadi parpol mayoritas di DPR-RI serta meng-klaim bahwa selama ini parpolnya sebagai partai pendukung Pemerintah … kok yaa diam dan bengong aja melihat fenomena ‘tak sehat’ untuk pendidikan nasionalisme bangsa itu di mata rakyatnya?

Jaka menegaskan dengan tanpa mengurangi rasa hormat karena sudah beda kewenangan, maka foto Presiden dan Wakil Presiden tidak dipasang di ruang paripurna. “Tetapi, kalau di ruang-ruang lain tetap dipasang. Di ruang hakim pun tetap dipasang. Yang tidak hanya di ruang sidang,” kata Jaka
http://www.detiknews..com/read/2011/…-paripurna-dpr

——-

Pemasangan Foto Resmi Presiden itu, adalah bagian dari pendidikan nasionalisme dan kecintaan pada simbol-simbol Negara NKRI (terutama untuk generasi muda bangsa ini). Bukan sekedar gagah-gagahan. Sekarang coba orang-orang DPR itu membayangkan, kalau contoh itu kemudian di tiru oleh semua gedung DPRD di daerah-daerah, Instansi Pemerintah dan Swasta serta sekolah-sekolah di seluruh tanah Air dan di Perwakilan RI di luar negeri, apa manfaatnya? Kalau mereka yang sekarang sedang duduk dan berkuasa di Senayan saat ini, memang punya rasa sentimen berat dengan Presiden RI, tak pada tempatnya dipertontonkan model ‘balas dendam’ ala anak TK seperti itu. Manusia-manusia di DPR-RI harus bisa membedakan antara SBY dan Presiden RI yang dipilih rakyat secara resmi. Atau mungkin, orang-orang DPR mengharapkan yang di pajang disana itu, bukan Foto Presiden RI dan Wakilnya, tetapi foto Marzuki Ali beserta 4 wakil-wakilnya yang mewakil Fraksi Perpol di DPR? Silahkan saja kalau maunya begitu …

About these ads

2 Responses to Pencopotan Foto Resmi Presiden di DPR, akan Diikuti DPRD, Daerah & Sekolah2 ?

  1. eri says:

    patut dipertanyakan…:D

  2. sri bicharyati says:

    memang dpr sekarang tdk bermoral ko…sayapun bingung menjelaskan keberadaan dpr ri kpd siswa siswi saya..krn sikap dpr yg tidak trpuji pdahl mereka salah satu lembaga negara yg seharusnya ikut membangun dan memberi masukan kpd pemerintah tp kenyataan mereka membangun rumah mewah dan membesarkan perut masing-masing…kalau saya boleh mengutuk saya kutuk mereka jadi tikus wirog yg suka digot…setiap pemilu sy jg tak pernh pilih anggota dpr…percuma jd lembaga ngara bunyi pancsila saja g tau apalagi Pemb..UUD 1945.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: